JELLY

Industri minuman jelly merupakan industri bergerak dibidang pangan yaitu pembuatan minuman dalam bentuk jelly yang merupakan produk yang kaya serat dan rendah lemak yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Industri pangan ini lebih berfokus pada bagian hilir dari proses pembuatan produk tersebut. Fungsi utama suatu industri pangan terutama industri minuman jelly adalah adalah untuk menyelamatkan, menyebarluaskan, dan meningkatkan nilai tambah produk–produk hasil pertanian terutama sari buah secara efektif dan efisien.

Menurut (Suprapti, 2004) Jelly adalah produk makanan jajanan untuk anak-anak yang terbuat dari sari buah. Produk jelly bertekstur padat dan transparan (tembus pandang). Bentuk, ukuran, warna produk bervariasi disesuaikan dengan kesukaan anak-anak. Jelly mengandung unsur gizi dan kalori. Pada dasarnya, jelly merupakan produk olahan lanjut dari sari buah jernih, melalui proses pengentalan dan pencetakan.

Minuman jelly adalah minuman yang terbuat dari jelly yang berbentuk cair dan kenyal dan mengandung banyak serat. Untuk meningkatkan daya tarik, minuman jelly ditambah dengan produk lain, misalnya : nata de coco, nata de soya, atau manisan buah dalam berbagai bentuk. Daya tahan produk minuman jelly sangat di pengaruhi oleh beberapa hal, antara lain bahan baku yang sesuai dengan ketentuan, proses produksi yang benar, penggunaan bahan pengawet, pengemasan, penutupan kemasan, penerapan sistem pengawetan, dan penyimpanan.

Sifat dasar dari minuman ini adalah rendah lemak dan tinggi serat, kandungan gizi minuman jelly tergantung dari bahan pembuatnya. Bahan pembuat yang bermanfaat adalah bahan asalnya juga mengandung banyak serat dan nilai gizi lainnya. Misalnya sari buah, yogurt, susu, probiotik (bakteri yang akan menghadang kuman penyakit dalam saluran cerna dan menimbulkan gangguan), dan prebiotik (makanan yang tepat bagi bakteri probiotik agar jumlahnya meningkat dalam saluran cerna).

Secara umum, minuman jelly mempunyai empat   atau lima   komponen utama yaitu bahan pembentuk jel (hidrokoloid), air, pengasam (bisa berupa asam sitrat atau sari buah), gula (pemanis), perasa (komponen flavor atau buah), serta pewarna. Tekstur jel yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh jenis bahan pembentuk jel, gula, asam dan komponen lainnya.

(Sumber: berbagai sumber)

Posted on February 21, 2011, in Produk Agroindustri and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: