STROBERI

Tanaman stroberi berasal dari Benua Amerika. Nikolai Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani yang berasal dari Uni Sovet, pada tahun 1887-1942 telah melakukan ekspedisi  ke Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Beliau berkesimpulan bahwa tanaman stroberi berasal dari dari daerah Chili. Jenis atau spesies yang pertama kali ditemukan di Chili adalah Flagaria Vesca (L.) Duchense atau disebut dengan stroberi Chili (Prihatman, 2000). Stroberi yang pertama kali didatangkan (diintroduksikan) ke Indonesia pada zaman kolonialisasi Belanda adalah stroberi jenis F. veska L. jenis stroberi yang telah lama beradaptasi di Indonesia disebut stroberi varietas lokal (Rukmana, 1998).

Tanaman stroberi dapat tumbuh pada beberapa jenis tanah, mulai dari tanah berpasir hingga tanah berliat. Derajat kemasaman tanah antara 5,5 – 6,5. Jika tanah memiliki pH terlalu rendah perlu diberi kapur untuk menetralisasi asam. Tanaman ini menghendaki suhu sejuk dan dingin, sehingga di tanam pada dataran tinggi di atas 1000 m dpl (Ashari, 1995). Suhu maksimum untuk pertumbuhan stroberi adalah 17oC -22oC dan suhu minimum 4 oC – 5oC. Dan curah hujan 25 mm setiap 7 – 10 hari atau 75 – 105 mm setiap bulan (Soemadi, 1997).

Buah stroberi berukuran 2,5 – 5 cm berwarna agak merah sampai merah gelap (Ashari, 1995). Buah stroberi berwarna merah yang nampak secara visual adalah buah semu yang sebenarnya merupakan reseptakel yang membesar. Buah sejatinya berasal dari ovule yang telah diserbuki (dibuahi), berkembang menjadi buah yang kering dengan biji yang keras. Struktur buah keras ini disebut achene (Gunawan, 2000).

Buah stroberi mempunyai rasa khas manis dan menyegarkan. Selain itu buah stroberi mempunyai kandungan nutrisi (gizi) yang tinggi dan komposisi gizi cukup lengkap, seperti yang disajikan pada table berikut ini:

Tabel 1. Kandungan nutrisi (gizi) dalam setiap 100 gram buah stroberi.

No. Kandungan Gizi Proporsi (jumlah)
1.2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Kalori (kal.)Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Kalsium (mg)

Fosfor (mg)

Zat Besi (mg)

Vitamin A (SI)

Vitamin B1 (mg)

Vitamin B2 (mg)

Niasin (mg)

Vitamin C (mg)

Air (g)

Bagian dapat dimakan (Bdd, %)

37,00*)0,80

0,50

8,30

28,00

27,00

0,80

60,00

0,03

60,00

89,90

96,00

37,00**)0,80

0,50

8,30

28,00

27,00

0,80

60,00

0,03

0,07

0,03

60,00

Keterangan:

*)   Direktorat gizi Depkes RI dalam Rukmana (1998)

**) Encyclopdia of fruits, vegetable, Nuts and Seed dalam Rukmana (1998)

Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi (Prihatman, 2000).

GET: |PDF|DOC|

Posted on January 15, 2011, in bahan agroindustri and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: