IKAN TUNA

Menurut Sutarno (1990), ikan tuna dibagi menjadi enam jenis yaitu :

1.    Thunus albacores atau Yellow Fin Tuna atau Madidihang

2.    Thunus obesus atau Big Eye Tuna atau tuna mata besar

3.    Thunus olalunga atau Albacore atau albakor

4.    Thunus tonngol atau Long tail abu-abu

5.    Katsuwonus pelamis atau Skipjack atau cakalang

Ikan Tuna memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Adapun kandungan gizi pada ikan tuna dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan gizi yang terdapat pada Ikan Tuna Nilai per 100 gram porsi makanan

Komposisi Jumlah
Air 

Protein

Lemak

Vitamin A

Vitamin B

68,1 % 

20,9 %

9,4 %

25 IU/g

16000 – 42000 IU/g

Sumber : Hadiwiyoto (1993)

Daging ikan tuna terdiri dari dua bagian yaitu daging putih dan daging merah kurang lebih 1/6 bagian. Daging merah mempunyai kandungan mioglobin tinggi, yang diimbangi dengan banyaknya jaringan pengikat dan pembuluh darah, sementara daging putih mempunyai jenis-jenis protein yang berkualitas tinggi (Hadiwiyoto, 1982).

Menurut Tranggono (1991), daging tuna mengandung histamin, yaitu senyawa beracun hasil dekarboksilasi asam amino histidin oleh enzim histidin dekarboksilase yang diproduksi oleh bakteri. Selain itu, kandungan lemak tri metil amin oksida dan asam amino bebas lebih banyak terkandung pada daging merah daripada dalam daging putih. Kandungan histidin bebas dalam daging segar berkisar antara 7,45 sampai 14,60 %. Histamin diproduksi semakin banyak ketika ikan mulai membusuk.

Ciri-ciri ikan tuna segar (Itano, D, 2005) :

1)    Morfologi badan

a.    Madidihang

1.    Badan memanjang, ekor panjang

2.    Garis besar badan datar antara sirip punggung kedua dan sirip ekor dan antara sirip anal dan sirip ekor

b.    Matabesar

1.    Badan lebar, membulat

2.    Garis besar badan membulat, membentuk suatu  busur dorsal dan ventral yang halus antara moncong batang sirip ekor

2)    Morfologi kepala dan mata

a.    Madidihang

1.    Panjang dan lebar kepala vs panjang cagak lebih pendek daripada matabesar

2.    Garis tengah mata lebih kecil dibandingkan dengan matabesar pada panjang cagak yang sama

b.    Matabesar

1.    Panjang dan lebar kepala vs panjang cagak lebih besar daripada madidihang

2.    Garis tengah mata lebih besar dibandingkan dengan madidihang pada panjang cagak yang sama

(Sumber: berbagai sumber)

GET: |PDF|DOC|

About these ads

Posted on February 21, 2011, in bahan agroindustri and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: